MAKASSAR, iNews.id - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut bahwa Provinsi Sulsel telah dilanda tiga kali cuaca ekstrem sejak akhir tahun 2021. Hal ini terlihat dari peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
"Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah tiga kali mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Makassar, kondisi ini tentu tidaklah normal," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel, Muhammad Al Amin, Selasa (23/2/2022).
Dia mengatakan intensitas hujan yang tinggi dan mengalami perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu indikator terjadi krisis iklim di Sulsel. Menurutnya hal ini dipengaruhi kerusakan lingkungan.
Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa sejak 20 hingga 23 Februari 2022 beberapa daerah di Sulsel mengalami cuaca buruk, termasuk Kota Makassar yang selalu menjadi langganan banjir.
"Krisis iklim merupakan puncak dari kerusakan lingkungan. ini terjadi karena kerusakan lapisan ozon yang diakibatkan tingginya produksi karbon," paparnya.