“Di sekolah pertama tadi, ada seorang siswa yang dinyatakan positif, itu karena positif ratenya lemah, makanya kita suruh ulang. Setelah istirahat 30 menit dan meniup lagi, alhamdulillah hasilnya sudah negatif,” ujarnya.
Hal yang perlu diketahui, lanjut Fatma, bahwa dalam penggunaan alat uji GeNose, sudah jelas ada Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Juknisnya sudah ada, sensitivitasnya memang ada, petunjuk-petunjuknya itu harus diikuti, kemungkinan errornya tadi tidak mengikuti SOP, karena anak tadi ditanya ternyata habis makan nasi uduk,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba menjelaskan, sasaran screening ini adalah siswa tingkat SMP. Hal itu karena selama satu bulan dilaksanakannya PTM, siswa sudah berinteraksi dengan teman-temannya.
“Artinya selama belajar, mereka sudah berinteraksi dengan teman temannya, hasil swab antigen semua anak kita sehat, sehingga Genose ini digunakan untuk maintenance bagaimana screening dan treatment-nya. Apakah benar benar selama satu bulan mereka belajar, tidak ada terkontaminasi,” katanya.
Adapun sekolah tingkat SMP yang dikunjungi di antaranya, yaitu SMPN 6, SMPN 2, SMPN 29, SMPN 1, serta SMPN 3.
(CM)