JENEPONTO, iNews.id – Penolakan masyarakat terhadap penanganan pasien Covid-19 lagi-lagi terjadi. Kali ini, petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang mendapat penolakan. Seorang kakek mengamuk dan mengancam petugas yang akan melakukan tes swab kepada istri dan cucunya.
Peristiwa ini pun viral di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam video berdurasi 45 detik ini, tampak seorang warga mengamuk dan mengusir petugas. Sambil membawa benda berwarna hitam di tangan mirip parang, pria itu juga meneriaki para petugas.
Dari penelusuran, peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/6/2020). Kakek yang mengamuk, warga Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Dia tidak terima istri dan cucunya dites swab oleh petugas. Padahal, tes swab itu dilakukan karena putrinya positif Covid-19 dan saat ini menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Kota Makassar.
Anggota TGC Covid-19 Jeneponto, Surya Ningrat yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Penolakan itu berawal dari kedatangan TGC ke Kecamatan Bangkala, untuk melakukan tracking terhadap kontak salah seorang pasien Covid-19, berinisial R.
Pasien itu diketahui putri dari kakek yang mengamuk. Saat petugas bekerja, kakek tersebut tiba-tiba datang mengusir petugas yang akan mengambil sampel swab dari istri dan cucunya. Dia mengamuk sambil mengacung-acungkan benda mirip parang kepada petugas.
“Teman-teman sudah melakukan pengambilan sampel swab di rumahnya, tiba-tiba si bapak datang sambil marah-marah membawa benda berwarna hitam mirip parang, yang ternyata kayu,” kata Surya, Rabu (17/6/2020).