"Itulah mengapa kami yakin puncak peradilan di MA akan mengeluarkan kebenaran yang absolut, kami yakin hakim agung adalah orang yang punya kredibilitas dalam memutus perkara," katanya.
Dia juga berharap tak ada aparat penegak hukum yang 'masuk angin'. "Kami yakin tidak ada lagi hakim yang ketemu di warkop, cafe dan hotel untuk pengaturan skor pilkada Makassar, kami yakin suara hati para hakim berpihak pada aspirasi banyak orang," terang dia.
Sedangkan, Ketua PSI Sulsel Fadli Noor mengatakan, upaya menjegal DIAmi melalui kasus hukum dan adanya keinginan dari pasangan calon lain agar Pilwalkot Makassar melawan kotak kosong justru membuat semangat partai pendukung berlipat.
"Proses hukum ini biasa saja. Kita melihat kami berada di posisi dimenangkan MA, karena kami yakin hakim MA netral. Dinamika ini tidak memengaruhi kami bekerja massif memenangkan DIAmi," tegasnya.
Fadly mengatakan, dalam sengketa tersebut Danny dalam posisi menjalankan perda yang dibuat oleh legislatif sehingga sangat tak pantas jika wali kota berprestasi tersebut tidak dimenangkan MA. "Jadi kan lucu orang menjalankan perda yang sah secara hukum malah diganjar hukum. Intinya kami yakin elite nasional tidak buta dan bodoh menyikapi masalah ini. Kami yakin kebenaran akan selalu menang," kata dia.
Untuk diketahui, KPU Makassar telah mengajukan memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait putusan PT TUN Makassar atas diterimanya gugatan Appi-Ciccu. Pasangan nomor urut 1 itu mempermasalahkan pencalonan DIAmi.