"Orang yang berdonasi tetap ada, tapi tidak akan sama dengan beberapa hari kemarin. Jadi kemungkinan besar ini akan terus berkelanjutan tapi tidak kita tahu sampai kapan. Kita juga tetap mengikuti perkembangan dari pusat sehingga mudah-mudahan bisa cepat terselesaikan," katanya.
Meski demikian, Maskur tetap optimistis para donatur yang berada di Sulawesi Selatan, terkhusus di Makassar akan tetap memberikan donasinya untuk disalurkan melalui ACT Sulsel.
"Memang berpengaruh, tapi kita tetap mengupayakan yang terbaik meneruskan amanah ummat pastinya dan kita tidak akan henti-hentinya mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan," ungkapnya.
Sebelumnya, tanda pagar (tagar) #AksiCepatTilep hingga #JanganPercayaACT, hingga tagline 'Kantong Bocor Dana Umat' tersebar dan viral di media sosial.
Hal tersebut membahas soal isu gaji petinggi ACT yang mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah. Selain itu, dalam laporan itu disebutkan bahwa petinggi ACT menerima sejumlah fasilitas mewah dan memotong uang donasi.