Dia menceritakan, kronologi kejadian bermula saat anak gadisnya keluar bersama tantenya bernama Imelda. Usai jalan-jalan, tante korban mengantarkan V pulang namun hanya sampai di depan gang.
“Jadi pas di depan gang itu anak saya berjalan kaki menuju ke rumah, tiba-tiba diculik para pelaku dan langsung dimasukan ke dalam mobil,” katanya.
Wing mengungkapkan, anaknya tidak mengenali para korban. Dia hanya mengetahui jika jumlah orang yang menculiknya ada enam orang. Salah satu diduga pemimpinnya yakni pria dengan tato di lengan.
“Mereka semua selalu memakai masker, jadi wajahnya tak ada yang dia kenali,” katanya.
Saat dalam penyekapan, pelaku meminta nomor ponsel korban dan orangtuanya. Namun korban tak memberikannya dengan dalih tak afal nomor orangtuanya. Kemudian pelaku menjawab, korban akan dipulangkan jika orangtuanya mau memberi uang tebusan Rp50 juta.