Di pondok ini para santri bisa menuntut ilmu dan agama serta melakukan kegiatan-kegiatan positif menjadi pribadi yang benar dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
"Polisi membutuhkan generasi seperti kalian, terutama yang mempunyai modal agama," katanya.
Menurut Kapolres, polisi merupakan pekerjaan yang mulia dan diharapkan bisa menerapkan amal maruf nahi mungkar, Kepolisian serius menghadapi terorisme karena mempuyai ajaran yang menyimpang tidak sesuai dengan Al-Quran.
"Bully pembulian merupakan kegiatan menghina, mengejek dan ini sering terjadi di media sosial.
Para santri kalian di sini sudah berada di tempat yang benar. Manfaatkan masa-masa kalian belajar di pondok pesantren ini. Kalian di pondok ini dapat ilmu, bayangkan teman-teman kalian yang ada di jalanan di luar sana. Saya mengajak para santri sekalian untuk selalu mengisi diri dengan hal positif," papar Andi Sinjaya.
Menurut Kapolres, apa yang dibuat oleh manusia sesungguhnya adalah bentuk gambaran jiwa dan kepribadian manusia itu sendiri. Apabila setiap manusia menyadari hal itu, maka insya allah semuanya akan hidup dalam suasana aman tentram dan damai.
Kapolres Enrekang juga mengajak para santri untuk menjauhkan diri dari penyakit. Penyakit yang dimaksud ialah beragam tindak kejahatan yang rentan dengan kaum muda.
“Di pondok pesantren tepat untuk menimba ilmu para santri, juga pembentukan ahlak serta kepribadian yang baik sehingga dengan sendirinya akan menolak pengaruh buruk seperti memakai narkoba, melakukan kejahatan atau tindak pidana," kata Kapolres.