Saat ini KM Lambelu diarahkan keluar dermaga dan tetap berada pada Zona Karantina sejauh dua nautical mile (2 NM) di luar Pelabuhan Makassar.
Sebelumnya, 151 awak kapal dan mitra KM Lambelu milik PT Pelni telah menjalani pemeriksaan laboratorium swab tenggorokan pada Selasa, 14 April 2020. Dari hasil tes itu sebanyak 92 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro mengatakan, hingga kini, seluruh petugas kapal baik itu ABK maupun mitra yang bekerja pada kapal Pelni masih menjalani isolasi mandiri di atas kapal. "Mereka melakukan isolasi dengan pengawasan dari manajemen, KKP, serta otoritas pelabuhan setempat," kata Yahya Kuncoro.
Dari pemeriksaan itu, 92 orang kru kapal seluruhnya teridentifikasi tanpa gejala (OTG). Pihaknya terus memantau agar seluruh kru dapat menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meningkatkan imunitas tubuh, berolahraga dan berjemur selama melakukan isolasi di atas kapal.
"Tidak ada perlakuan khusus. Para kru kapal tetap melakukan aktivitas beribadah seperti biasa, bersosialisasi satu sama lainnya dengan tetap menjaga jarak. Perkembangan kesehatan dipantau setiap hari guna memastikan kondisi mereka," kata Yahya.
Kepala Dinkes Sulsel Ichsan Mustari sebelumnya mengatakan, saat ini jumlah ABK KM Lambelu dan mitra Pelni yang positif Covid-19 total 92 orang. Setelah sebelumnya ada 26 ABK yang dinyatakan positif, Jumat lalu sebanyak 66 ABK dan mitra Pelni kembali dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Hasil itu diketahui berdasarkan pemeriksaan laboratorium swab tenggorokan di Kota Makassar.
“Dari 109, kami periksa ada 66 positif. Jadi data yang positif Covid-19 saat ini di KM Lambelu berjumlah 92 orang setelah sebelumnya kami sudah temukan 26 positif,” kata Ichsan.