Setiap harinya, lanjut Farid, selalu ada crew yang bersiap di atas kapal itu dengan kapasitas angkut sampah tiga sampai lima ton.
Sementara General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru mengatakan, kapal sampah ini merupakan kapal pertama dan satu-satunya di Pelabuhan Makassar yang bisa membersihkan sampah di laut.
"Jadi ini yang pertama dan satu-satunya di Pelabuhan Makassar," katanya.
Kapal sampah ini menggunakan tenaga mesin saat mengisap sampah yang terapung di laut, diangkat menggunakan sistem eskalator lalu ditampung di atas kapal.
"Bila sudah penuh, diarahkan ke dermaga untuk dipindahkan ke mobil truk sampah yang sudah menunggu kemudian dibuang ke TPA," ujarnya.
Pembuatan kapal sampah itu memakan waktu empat bulan dengan melibatkan 22 tenaga teknis dari Tesco. Dari uji coba yang dilaksanakan, ternyata berhasil bekerja dengan baik bahkan ada 50 orang naik di kapal, tapi tidak tenggelam.
"Kecepatan kapal ini sekitarnya 20 knot. Sudah diuji coba dan berhasil dan ini sangat efektif. Soal pengadaan kapal sampah ini tidak menutup kemungkinan ada instansi atau kementerian memesan," katanya.
Mengenai berapa biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan kapal sampah itu, kata dia, sebesar Rp5,4 miliar. Bahkan inovasi ini juga mendapat penghargaan juara tiga saat kegiatan Kemenko Kemaritiman di Padang.