Menurut Kapolres, korban terinspirasi dari sebuah film yang ditontonnya. Modus korban merekayasa kasus penculikan ini karena merasa sakit hati dan kecewa lantaran keinginannya untuk memiliki sepatu baru tidak dipenuhi kedua orang tuanya.
“Korban juga mengaku kedua orang tuanya tidak pernah memberikan perhatian terhadap dirinya sehingga merekaya kasus penculikan ini,” katanya.
Kapolres menerangkan, dalan aksi pranknya itu, gadis berinisial RM mengarang cerita bohong penculikan yang dilakukan tiga pria bertopeng menggunakan minibus. Namun gadis tersebut berhasil melarikan diri sejauh 3 km.
Sementara itu, orang tua RM meminta maaf kepada masyarakat atas kasus penculikan yang sempat viral dan menghebokan warga Kabupaten Pangkep.
Kasus rekayasan penculikan ini merupakan yang kelima kalinya terjadi di Sulawesi Selatan dan rata-rata pelaku prank penculikan ini adalah anak di bawa umur.