Saat para siswa mempertanyakan soal dana BOS yang seharusnya digunakan untuk kegiatan para siswa dan memperbaiki infrastruktur yang rusak, pihak sekolah tidak mau terbuka.
“Betul-betul tidak ada transparansi di sini. Dalam RKS (rencana kerja sekolah), mereka cuma tulis misalnya agenda a dan langsung nominalnya, tidak terperinci. Sekarang baru mereka buka karena mereka sudah malu,” kata MI.
Sementara itu, Bendahara SMA Negeri 1 Parepare, Syamsuddin membantah tudingan para siswa. Sekolah menduga aksi yang dilakukan siswa-siswi SMA Negeri 1 Parepare karena ada komunikasi yang kurang lancar antara pihak sekolah dan para siswa.
Sekolah mengklaim selama ini sudah memberi bantuan untuk setiap kegiatan yang dilakukan para siswa. Sementara untuk infrastruktur, pihak sekolah mengaku segala sesuatu yang dibutuhkan sudah dalam tahap pengadaan. Misalnya meja dan bangku. Pasalnya, sekolah belum sepenuhnya menerima dana BOS.
“Dana yang sekarang baru dapat untuk triwulan kesatu dan kedua, sementara yang ketiga dan keempat belum dapat. Jumlahnya dua per tiga dari total dana yang ada, kalau secara keseluruhan Rp1,4 miliar. Jadi yang cair sudah ada Rp600 jutaan, terdiri atas triwulan I Rp281 juta dan Rp500 lebih untuk triwulan II,” kata Syamsuddin.