Informasi yang dihimpun, kronologinya bermula saat kapal bersandar dan pelaku PT bermain ke tempat hiburan Pujasera 98 di Lubuk Baja. Saat kembali ke kapal, dia ditegur oleh korban.
Korban memberikan nasihat agar pelaku tidak pulang larut malam, apalagi dalam kondisi mabuk. Hal inilah yang membuat PT tersinggung dan melawan korban. Ketika itulah dia menusuk korban.
"Pelaku ditusuk sebanyak sembilan kali," kata ABK lainnya, Artur Richard, dalam laporannya ke polisi.
Erwin merupakan seorang wakil kapten di kapal tersebut. Dia juga dikenal baik oleh para ABK lainnya. Mirisnya pemuda ini merupakan seorang yatim dan menjadi tulang punggung keluarga.