Menurutnya, kasus ini terungkap karena adanya laporan dari salah satu korban. Lalu petugas melakukan penyelidikan untuk mencari tahu kebenaran laporan tersebut dan identitas pelaku.
"Kami juga menyita 18 unit laptop milik korban dan satu ponsel," ujar dia.
Sementara itu, pelaku Nasrullah mengatakan, dia awalnya membeli seragam ASN serta berbagai atributnya untuk membuat kedua orang tuanya senang. Sebab, apa yang diinginkan mereka terwujud, yakni sang anak menjadi pegawai negeri.
"Sejak 2019 lalu saya berpura-pura menjadi ASN di BPS untuk bahagiakan orang tua," katanya.
Sedangkan, aksi penipuan terhadap para mahasiswa ini lantaran sedang terlilit utang. Karena itu dia berpikir untuk memanfaatkan seragam ASN BPS ini untuk mengelabui para korbannya.