Yuni juga takut kalau nantinya virus korona mewabah di seluruh daerah China. Bila sudah seperti itu, dia menilai, akan sulit baginya untuk pulang. Sebab, keluar rumah saja pasti sudah tidak bisa.
Orang tua Yuni, Hj Ramlia Daeng Pajja mengatakan, sudah lega karena Yuni dan adiknya sudah pulang ke kampung halamannya. Bukan hanya Yuni, kata dia, sang adik Nur Jannah juga melanjutkan pendidikan di Tiongkok China.
"Perasaan saya sekarang sudah lega. Karena saat wabah virus korona di sana, anak-anak sudah pulang," kata Ramlia.
Begitu mendapat informasi soal virus korona yang menjangkit warga di Wuhan China, dia mengatakan, mulai tidak bisa tidur karena memikirkan keberadaan anak-anaknya.
"Apalagi yang bungsu (Adik Yuni), di sana itu dekat dengan Wuhan," ujar dia.
Dia menyebut, semakin khawatir begitu tahu bahwa ada banyak korban berjatuhan akibat virus korona. Setelah itu, dia mendorong anak-anaknya pulang sebelum wabah virus korona semakin meluas, apalagi transportasi di sana mulai sulit didapati.
"Akhirnya saya bilang, cepat beli tiket dan kembali ke Indonesia," katanya.