Beberapa menit kemudian, dia mendapat panggilan untuk menemui Ketua DPRD Bone di kantin. Dia menduga terjadi kesalahpahaman setelah ada pihak yang menyampaikan bahwa dia melarang orang lain memakan kue yang disiapkan untuk tamu.
Menurutnya, setiba di kantin, dia belum sempat memberikan penjelasan ketika Ketua DPRD Bone diduga langsung melumuri wajahnya dengan kue.
Selain itu dia juga mengaku disiram air, dilempar botol air minum, hingga dilempar botol sambal yang berisi cabai. Beruntung, lemparan tersebut tidak mengenai wajahnya.
"Itu kue satu bosara, satu-satu ditaruh di muka saya, ada air botol di depan Ibu Ketua DPRD lalu disiram lagi ke kepala saya terus disiram muka saya setelah habis airnya langsung dilempar botolnya, setelah saya balik diri dilempar lagi itu botol lombok dan untuk tidak kena muka saya," kata korban, Yuli Novita Sari, Kamis (23/7/2026).
Merasa tidak terima atas perlakuan tersebut, dia kemudian mendatangi Polres Bone untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya.