Dia pun menceritakan bagaimana bisa sukses membudidayakan Cabai Katokkon yang berasal dari Tana Toraja. Menurutnya, cabai Katokkon memiliki keunggulan dari cabai lainnya sehingga mudah dipasarkan salah satunya memiliki tingkat kepedasan 20 kali lipat.
“Jika teman-teman ingin menjadi petani potensinya sangat besar,” katanya.
Nesia juga menyebutkan terkait masa depan income dari budi daya tersebut. Saat ini kata dia, pihaknya baru mengelola lahan seluas 30 hektare dan bisa menghasilkan Rp1,5 miliar sekali panen.
“Dibutuhkan inovasi dan kolaborasi. Budi daya kami sudah didukung Kementan dan sudah dikenal luas,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini cabai Katokkong memiliki nilai jual yang tinggi yakni Rp50.000 per kilogram, satu pohon itu bisa menghasilkan 1 kg dan bisa dipanen dalam jangka waktu 8 bulan.