Kementan Gelar Dialog Jaga Pangan di Makassar, Hadirkan 2 Pengusaha Sukses sebagai Motivasi
Dia mengemukakan, beragam alasan kenapa milenial dan zenial tidak mau menggeluti bidang pertanian di antaranya, tidak ada jenjang karier, risikonya tinggi, income rendah, tidak dihargai bahkan tak menjanjikan.
“Itu alasannya kenapa tidak banyak diminati, namun itu semua terbantahkan dengan hasil yang saya raih saat ini. Buktinya saya bisa terlihat keren, bisa kemana-mana karena peternakan ada yang mengurus dan diundang ke acara ini bersama Kementan RI. Jadi petani juga bisa sukses,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan Canesia Aisah Jeannonaveva, Direktur Utama PT Agro Rahayu Sentosa Yaksa (ARSY), perusahaan yang bergerak di bidang budidaya dan pengelolaan hasil pertanian. Perusahan ini satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan Cabai Katokkon yang berasal dari Tana Toraja dengan luasan terbesar.
Namun sayang, Canesia tidak bisa hadir langsung di Makassar karena sedang berada di Korea Selatan. Dia memberikan motivasi dan kiat suksesnya menjadi petani cabai melalui daring.
“Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir langsung karena saya diberikan tugas menambah ilmu di Korea Selatan,” katanya.