MAKASSAR, iNews.id - Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), masih tinggi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel pun mengumpulkan kepala daerah, para pakar, konsultan hingga kepala dinas untuk menyatukan sikap dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di daerah itu, Senin (29/6/2020).
Kepala daerah yang diundang Pemprov Sulsel pada Rapat Monitoring, Evaluasi Survailance, Promotive dan Preventative Covid-19 itu di antaranya wali kota Makassar dan bupati Soppeng. Mereka diajak untuk berbagi pengalaman dan upaya penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.
"Saat terjadi persoalan Covid-19, ketika belum ada kesimpulan (antivirus), maka kita harus bersatu dan bersama-sama. Tidak ada istilah ada yang jago mengatasi sendiri. Itu tidak bisa, melainkan dikerjakan bersama-sama," kata Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar.
Andi mengatakan, apa yang telah dilakukan sejauh ini memang sudah cukup baik. Salah satunya dalam perawatan pasien positif Covid-19 dengan tingginya angka kesembuhan hingga 35 persen. Namun, untuk pencegahan masih harus terus ditingkatkan seiring makin tingginya angka pasien positif di daerah itu.
"Makanya saya sengaja undang beberapa kepala daerah seperti bupati Soppeng yang sukses membuat daerahnya menangani Covid-19," ujarnya.