Dia menilai, yang menilap uang BLT itu adalah kepala dusun. Sebab uang tersebut disalurkan kepada kepala dusun sebelum didistribusikan kepada warga.
"Kepala dusun yang mengambil itu," katanya.
Pihak desa telah melaporkan kejadian ini kepada pihak polisi yang tengah melakukan pengusutan. Sedangkan kerugian yang dialami desa ditaksir mencapai puluhan juta.