"Tiga rekan sejawat kami juga meninggal dunia di akhir tahun. Mereka adalah Dr Leonard Hasudungan, Dr Robert Vincentius Philips dan Dr Nasriyadi Nasir. Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19," katanya.
Siswanto berharap, semakin banyaknya dokter yang gugur seharusnya makin menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi Covid-19. Saat ini tingkat penyebarannya lebih masif akibat klaster pilkada dan klaster liburan akhir tahun dari awal penyebaran virus corona.
IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Apalagi, Makassar masuk zona merah. Kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali.
"Dengan mematuhi 3M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19," ujarnya.
Apalagi, saat ini, tambah dia, tingkat penularan Covid-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak. Belum lagi adanya varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan lebih menular.