Keluarga Serka Sahlan, Tono mengatakan, almarhum merupakan seorang prajurit TNI dari Kodim 1404 Kabupaten Pinrang. Tergabung dalam bawah kendali operasi atau BKO di Koramil Hitadipa di Kabupaten Intan Jaya selama hampir setahun atau 10 bulan.
“Almarhum merupakan anak ketiga dari enam bersaudara serta memiliki lima orang anak dan satu istri,” katanya.
Usai dilakukan upacara penerimaan jenazah ke pihak keluarga, jenazah almarhum dibawa ke kampung halamannya dengan menggunakan mobi ambulans di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, proses evakuasi jenazah Serka Sahlan di Bandara Bilorai Intan Jaya sempat diganggu separatis KKB.
Mereka menembaki pesawat Dabi Air sebanyak dua kali yang saat itu terbang dari ketinggian diperkirakan dari ujung Bandara Bilorai dengan jarak kurang lebih 300 meter dari landasan pacu (runway).
"Sesaat setelah mendarat dipastikan tidak ada peluru yang mengenai badan pesawat," kata Kamal.
Dia mengakui dari laporan yang diterima sesaat setelah pesawat Dabi Air tiba dilanjutkan pesawat milik Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK OTJ tiba di Bandara Bilogai yang membawa jenazah Serka Sahlan ke Nabire.