Pengunjung harus melewati jalan berkelok, licin dan terjal penuh bebatuan. Jika tidak ekstra hati-hati maka pengunjung bisa tergelincir ke jurang sedalam 30 meter.
Agrowisata Bonto Lojong dirancang dengan nuansa alami berbasis pertanian, dengan melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur, mengaku mulai tertarik menggarap puncak Gunung Bonto Lojong menjadi Agrowisata. Mansyur mengaku melihat potensi destinasi wisata yang luar biasa.
"Agrowisata Bonto Lojong akan menghadirkan berbagai ragam variasi berdasarkan kreativitas manajemen yang akan dibuat, seperti Kopi Bonto Lojong,” ujar Mansyur.
“Wisata petik buah, memberi makan hewan ternak, hingga restoran di atas gunung," lanjut Mansyur.
Selain akan memperkenalkan produk hasil pertanian dan peternakan kepada wisatawan, lanjut Mansyur, petani maupun peternak dapat menjual produknya kepada para pengunjung.
"Agrowisata Bonto Lojong memiliki tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian,” ujarnya.