Irfan sempat dievakuasi dengan ditandu dari Pos 10 menuju kaki Gunung Bawakaraeng melalui jalur Bulu Ballea. Saat berada di Pos 8, korban mengembuskan napas terakhir.
“Korban tiba di Posko Bulu Ballea sekitar pukul 19.05 Wita, kemudian dibawa ke Puskesmas Tinggi Moncong untuk dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga,” kata Sultan.
Jenazah Irfan kemudian dibawa menggunakan ambulans milik SJP menuju kampung halamannya di Desa Carubbu, Kecamatan Awampone, Kabupaten Bone untuk dimakamkan.
Selain korban meninggal, tercatat 32 pendaki lainnya mengalami masalah kesehatan. Sebagian besar terkena hipotermia, sementara lainnya mengalami sakit lambung atau terpisah dari rombongan.
Andi Sultan menegaskan, kondisi cuaca ekstrem di Gunung Bawakaraeng sering memicu hipotermia pada pendaki yang tidak mempersiapkan perlengkapan memadai. Dia mengingatkan agar pendaki lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan.