"Mereka ini sudah kita peringatkan (mahasiswa) untuk menghentikan pelemparan, karena akan merusak apalagi kantor pemerintah dan juga dewan, tapi tidak digubris," ujarnya.
"Mau tidak mau kita lakukan pendorongan, tetapi kita sampaikan persuasif, namun mereka tidak mendengarkan. Terpaksa kita gunakan gas air mata" tuturnya.
Nana menambahkan aksi demo yang digelar tersebut diikuti kurang lebih 2.000 mahasiswa. Selain itu dia menduga ada penyusup dalam aksi yang menolak wacana penundaan pemilu tersebut.
“Kemudian ada penyusup-penyusup itu yang tidak kami duga sebelumnya,” ungkapnya.