“Kami mendapatkan penghargaan tertinggi dari pemerintah Singapura soal transparansi pemerintahan. Makassar jadi nomor satu di Indonesia dimulai dari open government dan transparansi government,” katanya.
Menanggapi hal itu, Paslon 2 menyentil apa yang dilakukan paslon 1 itu berbanding terbalik dengan kondisi sebenarnya.
Sedangkan Paslon 3 menyoroti masih banyaknya pejabat yang belum didefinitifkan. Hal itu bisa menjadi hambatan dalam melayani publik.
Sementara Paslon 4 menilai ada kesalahan tata kelola penempatan jabatan di Kota Makassar. “Bagaimana potensi ASN ini untuk dikelola ke depan. Ini yang belum diterapkan,” katanya.
Debat kali ini akan diikuti empat pasangan calon yakni, M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (nomor urut 1), Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (nomor urut 2), Syamsu Rizal-Fadli Ananda (nomor urut 3), dan Irman Yasin Limpo-Andi M Zunnun Nurdin Halid (nomor urut 4).
Komisioner KPU Makassar, Endang Sari mengatakan, tema debat dalam Pilkada 2020 nanti terkait reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi.