SELAYAR, iNews.id – Dua nelayan asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang disandera kelompok Abu Sayyaf selama hampir 1,5 tahun, akhirnya dibebaskan. Pertemuan Hamdan dan Sudarling bersama keluarganya diwarnai tangis haru dan gembira, Kamis (20/9/2018).
Hamdan dan Sudarling tiba di Kabupaten Kepulauan Selayar, lewat Bandara H Aroeppala Selayar. Keduanya diantarkan langsung oleh Diah, perwakilan dari Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI).
Kedatangan kedua korban disambut haru dan sukacita, terutama dari orang tua dan keluarga. Mereka telah menanti di Penginapan Fitri, 1 jam sebelum korban tiba. Begitu melihat Sudarling dan Hamdan tiba, isak tangis keluarga langsung pecah.
Hamdan pun menceritakan pengalamannya selama diculik oleh kempok Abu Sayyaf. Selama disandera kurang lebih 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun, mereka diperlakukan dengan baik oleh kelompok separatis yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina itu.
“Selama penyanderaan, kami diperlakukan dengan baik, dikasih makan dan disuruh salat. Kami tidak dianiaya, yang penting dituruti perintahnya. Bahkan, kadang-kadang kami disuruh olahraga dengan melakukan lari-lari kecil,” ucap Hamdan.