"Dari pemeriksaan ponsel korban, tidak ada isi chatting pada hubungan asmara atau proses belajar daring di sekolah," ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Makassar Gowa, Fitri Ari Utami mengatakan, sekolah korban tidak menggelar pembelajaran daring. Karena sulitnya akses internet di daerah tersebut.
"Proses belajar dilakukan secara luring yaitu dengan menggunakan modul yang dibagikan oleh masing-masing guru mata pelajaran kepada seluruh siswa," ujar dia.
Kemudian hasil jawaban siswa kemudian dikirim dalam bentuk tulisan yang selanjutnya diserahkan kembali ke pihak guru. Karena itu, dia memastikan, motifnya bukan karena belajar online.