Dia mengatakan, sebelumnya pada Sabtu (6/6/2020) kemarin, Pemkab Wajo juga sudah menyalurkan bantuan air bersih ke permukiman yang banjir. Pemerintah juga menyiapkan beberapa titik pendistribusian air bersih melibatkan petugas pemadam kebakaran (damkar) dan PDAM. “Kami juga distribusikan air mineral untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Dari pantauan iNews Senin sore, ketinggian banjir di sejumlah wilayah bervarias, dari 50 cm hingga 2 meter. Banjir bandang di Wajo dipicu kiriman air dari sembilan kabupaten tetangga. Luapan air membuat Danau Tempe dan Sungai Walane meluber ke permukiman warga.
Menurut salah satu warga korban banjir, ketinggian banjir terus meningkat. Warga saat ini sangat membutuhkan bantuan air bersih dan makanan. Warga berharap setelah Pemkab Wajo menetapkan bencana ini sebagai tanggap darurat, bantuan segera turun.
“Saat ini kami membutuhkan sembako dan bambu. Tapi sampai sekarang pemerintah belum ada memberikan bantuan dan menentukan tempat mengungsi. Untuk sehari-hari, kami juga jalan kaki melewati banjir setinggi dada kalau tidak ada perahu,” katanya.