Sementara di sektor ekonomi, Pudalops BNPB menyampaikan lahan terendam banjir seluas 1.818,5 hektar, kebun 443 ha dan tambak 205 ha.
BPBD Kabupaten Wajo menilai beberapa prioritas yang perlu dilakukan saat darurat antara lain, pemenuhan permakanan, perbaikan rumah dan saranan umum yang rusak dan pemulihan sarana dan prasarana umum.
Banjir yang terjadi di Wajo disebabkan hujan lebat pada dini hari Jumat (3/5/2024) pada pukul 00.13 WITA. Pantauan Pusdalops menyebutkan banjir masih berlangsung hingga kini sekitar pukul 03.00 WITA di Desa Awo Awota, Jauh Pandang dan beberapa wilayah sekitar masih terdampak banjir.
Sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Soppeng, Luwu dan Enrekang terdampak banjir di awal bulan ini. Prakiraan cuaca hingga esok, Selasa (7/5) wilayah Sulsel masih berpeluang hujan lebat disertai petir dan kilat serta angin kencang. Sementaraa di Wajo wilayah ini berpeluang hujan pada besok hari.