“Sekarang sudah ada bantuan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir,” katanya.
Bukan hanya itu, kemacetan parah juga terjadi di Jalur Trans Sulawesi menuju Makassar dan Parepare sebab banjir juga menutup jalan. Warga terpaksa berlindung di tempat yang lebih aman.
“Hari ini (Sabtu) saya rencana menjemput anak di Pondok Pesantren Hasan Yamani Parappe, Polman, tapi karena jalan tidak bisa dilalui makanya batal,” kata guru madrasah di Barru tersebut.
Kepala Desa Lompo Tengah Arif Pabiseang yang dikonfirmasi mengatakan, kondisi banjir di desanya terpantau masih tinggi sekali sementara hujan belum berhenti.
“Insya Allah kami dari pemerintah desa dan bersama tim evakuasi Tanggap Darurat Bencana (Tagana) akan tetap melakukan pengawalan dan mengamankan serta mengevakuasi warga yang berisiko (orang tua) ke tempat yang lebih aman,” katanya.