Awan Berbentuk Ombak Tsunami di Makassar Hebohkan Warga

Okezone
Awan mirip gelombang tsunami di Bandara Hasanudin Makassar. (Foto: Okezone)

"Saya melihat proses terjadinya awan membentuk ombak itu karena dorongan angin. Awannya tepat di atas area parkiran pesawat," ujarnya.

Pergerakan awan sempat terjadi selama 10-15 menit sebelum akhirnya gumpalannya terpecah-pecah. Namun, selama awan tebal tadi menutup wilayah Bandara Hasanudin Makassar dan sejumlah kawasan di Kabupaten Marros, beberapa pesawat dikabarkan menunda pendaratan.

"Tapi ada beberapa pesawat yang berputar-putar di atas atau holding sebelum melakukan pendaratan," kata Fajrin.

Sementara itu, General Manager AirNav kantor cabang MATSC, Novy Pantaryanto menilai, awan itu tidak menganggu penerbangan meski membuat beberapa pesawat harus bertahan di atas sebelum mendarat.

"Lima pesawat tertahan untuk melakukan pendaratan (kemarin). Pesawat melakukan holding karena jarak pandang untuk mendarat berkurang sampai dengan 500 meter. Di mana, jarak pandang minimal untuk pendaratan di SHIAM itu 800 meter," ujarnya.

Dijelaskan Novy, holding untuk melakukan pendaratan itu merupakan hal yang lazim dalam dunia penerbangan. Di mana, sampai pada batas tertentu pilot akan memutuskan apakah tetap holding atau menuju bandara alternatif.

"Hal ini sudah diantisipasi oleh pilot dengan membawa fuel yang lebih, dengan hitungan bahan bakar sesuai perjalan ditambah bahan bakar berputar di atas bandara selama 45 menit dan bahan bakar menuju bandara alternatif jika diperlukan," kata Novy.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang NTT Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa M5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa di Malang hingga Denpasar

57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Jember Jatim, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Daftar Wilayah yang Rasakan Gempa Bitung Magnitudo 5,8, Manado sampai Ternate

57 tahun lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 6,0 di Wanokaka NTT Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal