Aksi mogok ini dilakukan oleh para dokter dan petugas medis dengan alasan memperbaiki carut marutnya pelayanan di rumah sakit yang kerapkali menjadi sorotan dari masyarakat.
Sementara itu puluhan warga yang datang silih berganti harus kembali pulang dengan tangan hampa saat mengetahui adanya aksi mogok kerja tersebut. Mereka mengaku baru akan ke rumah sakit jika petugas medis kembali bertugas seperti biasanya.
“Kliniknya terbuka tapi tidak ada dokter. Jadinya saya mau pulang lagi. Katanya besok sudah mulai buka. Saya tidak tahu kalau ada demo makanya saya tetap datang hari ini,” ucap Musdalifah, salah seorang calon pasien, Selasa (18/12/2018).
Informasi yang dihimpun, singga saat ini, Pemkab Maros beserta instansi terkait tengah mengupayakan mediasi dengan para tenaga medis agar pelayanan rumah sakit bisa kembali normal.