PALOPO, iNews.id - Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, meninjau kesiapan ruang isolasi di RSUD Sawerigading dan kesiapannya menerima pasien diduga terinfeksi virus korona. Ada satu petugas medis bersama suaminya serta dua WNA yang masuk kategori orang dalam pemantauan.
Informasi yang dihimpun, petugas medis tersebut berprofesi sebagai dokter dan suaminya merupakan petugas Syahbandar yang diduga sempat melakukan kontak dengan pasien suspect virus korona.
Kemudian dua warga negara asal Finlandia dan Singapura yang bekerja di perusahaan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), saat ini sedang dalam pemantauan petugas Dinas Kesehatan Palopo, karena sempat dikabarkan mengalami kejang-kejang.
Namun orang dalam pemantauan atau ODP tersebut tidak mendapat perawatan medis rumah sakit. Mereka hanya diimbau untuk mengisolasi diri sementara waktu. Pasien yang berada di RSUD Palopo saat ini merupakan sejumlah pasien dengan dugaan penyakit menular, namun bukan virus korona.
Hinga saat ini RUSD Sawerigading belum menerima pasien rujukan dari puskesmas atau layanan kesehatan lain yang menunjukkan gejala virus korona atau COVID-19.