Rio mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku sebelumnya, motif pembunuhan itu spontan. Pelaku dan korban sebelumnya tidak punya masalah. Hanya saja, korban sebelumnya sempat menegur pelaku karena menganiaya teman-temannya.
"Kebetulan TKP-nya di depan Koramil. Korban kemudian menegur pelaku. Namun, pelaku merasa sakit hati dan secara spontan melakukan tindakan penyerangan terhadap pelaku hingga tewas," katanya.
Usai dievakuasi, jasad pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau untuk divisum. Selanjutnya, jasad pelaku diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Diketahui, Serda Baso Hadang, anggota TNI Kodim 1413 Buton yang bertugas di Koramil 16 Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan, Kamis (14/5/2020) malam. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka. Bahkan, salah satu organ tubuh korban juga hilang dan tangan nyaris putus.
Jasad Serda Baso Hadang ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka tusuk dan tebasan senjata tajam di pinggir jalan menuju persawahan di Kelurahan Karing-karing, Kota Baubau, Sultra. Korban dibunuh oleh pelaku bernama Komang Ias alias Pekel yang sakit hati karena ditegur korban seusai berbuat keonaran di perkampungan.
Pelaku kemudian pulang dan mengambil parang serta badik. Dia kembali ke lokasi dan langsung menganiaya Serda Baso hingga tewas terkapar.