"Soal khilafah enggak usah petenteng-petenteng, proporsional saja yang tidak menyalahi kesepakatan. Kalau orang menyalahi kesepakatan, bubar NKRI," ucapnya.
Selanjutnya, Mustasyar PBNU itu menyebutkan bingkai kearifan lokal. Menurut dia, kearifan lokal tidak bisa diganggu karena menyentuh langsung pada budaya dan kepercayaan warga setempat.
Bingkai keempat adalah teologi. Menurut putra Abuya Amin ini, setiap masyarakat harus mengetahui batasan-batasan untuk tidak melukai umat yang berbeda keyakinan. "Umat beragama harus membangun teologi kerukunan. Jangan teologi konflik," tuturnya.