“Keluarga lainnya yang serumah juga sudah kami berikan arahan untuk menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kami tidak mau nantinya virus corona menular ke mana-mana," katanya.
Pihaknya juga masih akan berusaha membujuk suami dan keluarga NF agar pasien positif Covid-19 itu diperbolehkan dievakuasi. NF sudah seharusnya diisolasi dan mendapat perawatan medis karena kondisinya membahayakan diri sendiri dan keluarga.
"Kami akan terus upayakan karena pasien wajib dievakuasi dan diisolasi. Saat ini, kami masih koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kobar untuk mencari solusinya,” katanya.
Dalam video berdurasi lebih dari 3 menit itu, terlihat sang suami duduk di sebelah petugas medis yang akan menjemput ibu NF. Di depannya ada seorang laki-laki berdiri yang diketahui Ketua RT 7, Kelurahan Candi. Sementara ibu NF terlihat di depan pintu rumahnya duduk.
“Pokoknya kalau istri saya dibawa mati ya mati,” kata sang suami kepada petugas puskesmas.
“Kata dokter saya hanya sakit batuk pilek saja kok,” ujar NF dalam rekaman video tersebut.
Sementara itu petugas medis yang akan menjemput terus memberikan arahan kepada sang suami dan NF. “Ini ada saksi pak RT ya bahwa kita sudah berupaya untuk menjemput, tapi bapak tidak mau. Yang jelas kita sudah sampaikan baik-baik terkait bahayanya jika tidak mau dievakuasi. Yang penting terapkan protokol kesehatan,” ujar tim medis.