PALU, iNews.id – Nasib ratusan warga Desa Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) belum diketahui. Mereka diduga hilang terkubur dalam lumpur yang menelan permukimannya usai gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter (SR), Jumat (28/9/2018).
Kondisi desa yang terletak di perbatasan Palu dan Kabupaten Sigi bak hilang dari bumi, menyisakan hamparan lumpur hitam yang kondisinya mulai mengering di atas permukaan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapka, bencana yang dialami warga Desa Petobo merupakan fenomena likuifaksi (liquefaction).
Fenomena ini menyebabkan tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan. Akibatnya pondasi bangunan roboh karena dan tanahnya ambles.
“Lebih kurang ada 744 unit rumah yang tertimbun material lumpur hitam. Itu disebabkan fenomena likuifaksi,” kata Sutopo saat jumpa pers, Senin (1/10/2018).