Selain meninggal dunia, sebanyak 25 orang petugas KPPS dan PPK dilaporkan jatuh sakit. Mereka tersebar di Kabupaten Dompu 4 orang, Lombok Tengah 2 orang, satu orang Ketua PPK Pemenang Lombok Utara, dan 7 orang di Kabupaten Bima.
Selanjutnya, lima orang di Kabupaten Sumbawa dan satu orang di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), satu orang di Kota Bima, dua orang di Kabupaten Lombok Timur, dan dua orang di Kabupaten Lombok Tengah.
Bahkan, ada satu orang anggota PPS di Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, yang hamil lima bulan mengalami keguguran.
“Jadi pengorbanannya luar biasa. Lima bulan kehamilannya karena menjalankan tugas di PPS, dia keguguran. Ini sangat miris. Kita melihat teman-teman penyelenggara yang tulus bekerja tanpa kenal lelah dengan risiko yang sangat tinggi,” kata Suhardi.