"Warga di sini panik dan takut pergi ke kebun. Takut dimangsa,” kata Mulyawan, Selasa (7/4/2020).
Dia berharap pemerintah melalui dinas terkait segera mengambil langkah untuk dapat menangkap dan menghalau dua ekor harimau tersebut.
Sebelumnya, dua ekor harimau itu sempat muncul di perkebunan warga Desa Pendung Semurup dan masuk perkampungan. Si Raja Hutan itu juga menerkam ternak milik warga Desa Air Mumu.