“Lapangan terbang Sinik, nanti menjadi sentral angkutan logistik untuk wilayah Mulia Kabupaten Puncak Jaya dan Distrik Sinak. Diharapkan dapat menunjang ekonomi distrik lainnya, bahkan Ilaga. Sehingga jika jalan sudah tembus, barang-barang yang dulunya mahal, bisa ditekan,” ujarnya.
Khusus untuk lapangan terbang Distrik Doufo kunjungan dilakukan pada Jumat, (27/8/2021). “Saya akan fokus pembangunan lapter ke Distrik Doufo, sehingga tahun depan, kita sudah bisa bergerak. Daerah ini bahan-bahan material cukup siap dan murah, apalagi masyarakat siap membantu,” katanya.
Sementara itu Kepala Unit penyelanggara Bandar udara (SPBU) Ilaga Herman sujito menjelaskan untuk Lapangan terbang Distrik Agandugume, tahun ini pihaknya fokus selesaikan taxi way (parkiran pesawat). Direncanakan panjang 35 dan lebar 15 meter.
Dia menyatakan paralel diselesaikan sisa run way 200 meter agar pesawat jenis caravan bisa mendarat.
“Sementara untuk Lapangan terbang Distrik Sinak sendiri saat ini sudah dikerjakan panjang landasan 1100 meter panjang, lebar 23 meter, saat ini kami fokus membangun taxi way 15 x 75 Meter, epron 60 x 40 meter. Saat ini sudah bisa mendarat pesawat jenis twin oter, lapangan terbang ini direncanakan bisa panjang 1500 meter, direncanakan bisa masuk pesawat jenis ATR 42,” katanya.
(CM)