Marthin mengharapkan kepala distrik dan kampung ikut menyosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat sehingga mereka mau menerimanya.
Apalagi menurutnya, saat ini vaksinasi sudah menjadi hak warga serta dibutuhkan saat melakukan perjalanan keluar masuk Jayawijaya.
"Vaksin ini aman dan membuat imun kita semakin kuat. Jadi jangan tolak karena sadar tidak sadar, orang mau pergi ke luar Jayawijaya, kartu vaksin jadi persyaratan. Apalagi dari luar Papua ke Jayawijaya, itu lebih sulit. Bahkan warga antre bisa sehari untuk PCR," ucapnya.
Mantan Kadinsos Jayawijaya ini menjelaskan tidak menutup kemungkinan vaksinasi akan dibayar atau tidak lagi gratis seperti sekarang. Karena saat ini masih ditanggung pemerintah.
"Jadi minta tolong kalau ada yang belum segera datang untuk divaksin. Tetapi harus konsultasi dengan dokter, jangan sampai ada yang punya penyakit bawaan," ujarnya.
Dia memastikan wabah Covid-19 bukan saja membuat pemerintah kabupaten dilematis, sebab situasi itu dirasakan juga oleh masyarakat distrik hingga kampung-kampung.