Usai Kasus Deportasi dari Papua Nugini, Gubernur Lukas Enembe Didatangi Mendagri

Antara
Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara Jayapura. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendatangi Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara Jayapura. Keduanya membahas pelaksanaan PON 2021 dan situasi terkini keamanan di daerah tersebut.

Kedatangan Tito Karnavian bertepatan setelah kasus Gubernur Lukas Enembe dideportasi dari Papua Nugini pada Jumat (2/4/2021). Perkara ini sempat ramai menjadi perbincangan publik. Sebab kepala daerah ini masuk ke negara tetangga lewat jalur tikus.

"Terkait dengan kejadian sebelumnya, saya sudah sampaikan kepada Mendagri secara virtual ketika di Vanimo," kata Lukas di Kota Jayapura, Papua, Senin (5/4/2021).

Lukas menyatakan hanya menjalani pengobatan tradisional saja di Vanimo karena kondisi kesehatan yang tidak baik. Dia pun memastikan punya hak untuk keperluan tersebut.

"Saya hanya berobat dan punya hak untuk ke sana dan kemari," ujarnya.

Sementara Tito mengatakan, alasan Gubernur Papua Lukas Enembe tak bisa dibenarkan karena masuk ke wilayah Papua Nugini secara ilegal. Sebab ada prosedur yang dilanggar oleh kepala daerah tersebut.

"Kemendagri tidak pernah melarang kepala daerahnya untuk berobat termasuk bila tujuannya berobat ke luar negeri, namun harus sesuai prosedur yakni meminta izin ke Kemendagri," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe masuk ke wilayah Papua Nugini melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek ke Wutung, kampung yang berbatasan dengan Skouw, Jayapura untuk kepentingan terapi pengobatan.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mendagri Ungkap Data Kemiskinan di Papua, Seluruh Wilayahnya di Atas Rerata Nasional

57 tahun lalu

Mendagri Tito Karnavian Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang, Pemulihan Butuh 3 Tahun

57 tahun lalu

Anggota KKB Pulan Wonda yang Pernah Serang Rombongan Tito Karnavian Sudah DPO 7 Tahun

57 tahun lalu

Mendagri: Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana Tak Kena Efisiensi Anggaran

57 tahun lalu

Banjir Aceh dan Sumut, 25 Desa Hilang dan Tak Bisa Dihuni Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal