Makna ritual potong jari dipercaya agar roh tetap mendiami rumah Honai sampai luka potongan itu sembuh. Selain itu, potong jari dianggap sebagai simbol bersedih hati ketika setelah ditinggalkan di dunia oleh orang terdekat, seperti ayah, ibu, adik atau kakak.
Duka mendalam dicurahkan lewat perbuatan memotong jari jemari. Selain itu, tradisi ini juga dianggap sebagai penolak malapetaka agar tidak tertimpa musibah yang sama dengan anggota keluarga yang sudah meninggal.
Tradisi ini hanya dilakukan oleh perempuan, biasanya para ibu atau perempuan yang dituakan. Mereka akan memotong jarinya jika ada salah satu anggota keluarga meninggal. Jumlah jari yang putus menandakan jumlah anggota keluarga yang meninggal.
Cara yang dilakukan beragam, ada yang menggunakan alat, seperti kapak atau pisau tradisional. Bahkan ada juga yang menggunakan cara ekstrem dengan menggigit hingga putus. Selain itu, ada juga dengan cara melilitkan jari dengan benang hingga aliran darah berhenti dan mati rasa kemudianbarulah jari dipotong.
Keluarga bagi suku Dani diibaratkan lima jemari dengan satu manfaat yang sama. Ibu jari di tangan dinilai sebagai representasi keluarga.