Tolak Dialog, OPM Klaim Bertanggung Jawab Atas Penembakan Prajurit TNI

Chanry Andrew Suripatty
Prajurit TNI AD mendapat perawatan intensif setelah ditembak OPM Papua. (Foto: iNews/Chanry Andrew )

Saat ditanya adanya tawaran dialog khusus dalam kerangka damai dengan Pemerintah Indonesia. Sebby menegaskan, OPM menolak melakukan dialog khusus dengan pihak pemerintah Indonesia. 

"Kami tidak mau dan tidak minta dialog khusus dengan pemerintah Indonesia. Kami minta perundingan Internasional di bawah mediasi PBB. Sekali lagi. pertemuan segitiga dengan mediasi yang dilakukan oleh PBB. Itulah yang kami mau. Kalau tidak ada itu, kami tetap melakukan perlawanan dengan Indonesia,” katanya. 

Diketahui, Prada Ginanjar, anggota peliputan atau pers dari Satuan Yonif 400/Banteng Raiders gugur ditembak OPM. Saat kejadian, korban sedang berada di pos komando taktis (poskotis) Kampung Mamba.

KKB kemudian menembaki poskotis tersebut dan mengenai korban. Prada Ginanjar mengalami luka di bagian pinggang, tembus hingga ke perutnya.

Korban meninggal dunia saat mendapat pertolongan pertama dari rekan-rekan di pos tersebut. Jenazah Prada Ginanjar kini sudah dievakuasi ke RSUD Mimika.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 hari lalu

TNI Kuasai Tempat Transit OPM di Intan Jaya, Sejumlah Senpi dan Amunisi Disita

16 hari lalu

Penembakan di Intan Jaya Papua, Seorang Ibu Hamil Tewas

2 bulan lalu

Viral Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Intan Jaya Papua, Ternyata Bagian Lonceng Jatuh

2 bulan lalu

Identitas Anggota KKB Ditangkap di Sugapa Intan Jaya, Anak Buah Apen Kobogau

2 bulan lalu

Anggota KKB Anak Buah Apen Kobogau Ditangkap di Intan Jaya, Begini Sepak Terjangnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal