TNI Polri Kembali Bubarkan Perang Adat Antarwarga di Papua

Nathan Making
Aparat TNI dan Polri yang saling bahu membahu mengamankan peperangan. (Foto: iNews.id/Nathan)

TIMIKA, iNews.id - Kepolisian resort (Polres) Mimika bersama pasukan TNI kembali membubarkan dua kelompok warga yang terlibat perang adat. Tembakan ke udara dan gas air mata bertubi-tubi dilepaskan petugas ke arah massa agar membubarkan diri. Perang adat yang telah berlangsung berhari-hari tersebut telah menewaskan 12 orang.

Dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua saling serang sejak Selasa pagi (13/3/2018). Perang berlangsung di jalan raya kemudian bergeser hingga ke dalam hutan.

Kepala Pos Polisi (Kapospol) Kwamki Narama Iptu Harikatan mengatakan, kedua kelompok saling menghujani anak panah sehingga membuat petugas kesulitan membubarkan massa. Tak hanya perang panah, kedua kelompok juga menggunakan parang dan tombak untuk menyerang sekaligus membela diri.

"Kemarahan kelompok korban tidak bisa dibendung. Perang pun berlanjut di hutan," kata Iptu Harikatan usai membubarkan massa, Selasa (13/3/2018).

Namun, kata dia, pasukan sebanyak dua pleton TNI dan Polri segera tiba di lokasi kedua kelompok saling serang. berangsur tapi pasti petugas berhasil membubarkan massa untuk kembali ke tempat masing-masing.

Aparat TNI dan Polri yang saling bahu membahu mengamankan peperangan berharap agar Pemerintah Daerah (pemda) Timika segera turun tangan menyelesaiakan perang adat tersebut. Tanpa kehadiran Pemda Timika di tengah warga, maka perang adat tidak akan selesai.

Iptu Harikatan menekankan, Tni dan Polri sudah melakukan berbagai cara agar dua kelompok segera berdamai tetapi Pemda Mimika belum juga turun ke jalan sehingga situasi di Kwamki Narama belum normal.

"Tadi pagi tidak dalam posisi perang tetapi dari pihak bawah melepas panah mengenai anak berusia 14 tahun persis di depan kios Panjang. Sejauh ini situasi bisa dikendalikan. TNI dan Polri saling bekerja sama mengisi titik-titik rawan. Jadi petugas siap memblokade potensi terjadinya pertemuan antarwarga," ujarnya.

Perang adat sudah berlangsung sejak 12 November 2017 hingga pagi tadi. Sebanyak 12 warga tewas sia-sia karena perang tersebut. Perang dipicu karena seorang warga Kwamki Namara ditemukan tewas.

"Untuk korban sejauh ini ada 12 orang. Kelompk atas dan bawah berjumlah tujuh orang dan kelompok tengah lima orang," ungkapnya.

Editor : Achmad Syukron Fadillah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

57 tahun lalu

Gempa Terkini Guncang Keerom Papua, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,4 Guncang Yapen Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal