“Dari satu minggu lalu kami telah mendorong bahan-bahan material berupa semen, pasir dan kayu serta bahan baku lainnya yang sampai saat ini terus dilakukan meskipun dalam kondisi cuaca kurang mendukung. Dengan begitu, kami dapat segera memulai pengerjaannya,” katanya.
Daniel Panjaitan mengatakan, personel yang terlibat kegiatan TMMD sebanyak 150 orang yang merupakan personel gabungan antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat. Tim nantinya akan dibagi menjadi dua bagian, yakni untuk melaksanakan kegiatan fisik dan nonfisik.
Dandim 1711/Boven Digoel berharap, dengan kehadiran personel TMMD di Kampung Kakuna dapat membangun persaudaraan antara TNI-Polri dengan masyarakat, sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan baik.
“Selama kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa, personel yang terlibat agar selalu mematuhi arahan dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.