Teror OPM di Maybrat, Warga Mengungsi ke Hutan karena Takut dan Kerap Dipalak

Tim iNews
Personel TNI mengevakuasi warga yang mengungsi ke hutan akibat teror dan pungutan liar oleh OPM di Maybrat, Papua Barat Daya. (Foto: Ist)

Selanjutnya, mereka ditempatkan sementara di Distrik Aifat sambil menunggu proses pemulangan ke daerah asal, termasuk warga dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Diketahui, situasi mencekam di Maybrat ini tidak lepas dari peristiwa kekerasan sebelumnya. Pada 29 September 2022, kelompok OPM dilaporkan menyerang pekerja proyek jalan di Moskona Utara, Teluk Bintuni.

Serangan tersebut menewaskan empat pekerja proyek dan meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat.

“Kerusuhan tahun 2022 di Moskona Utara, OPM ada bunuh karyawan pekerja jalan,” ucapnya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan warga memilih bertahan di hutan dalam waktu lama, bahkan setelah konflik mereda.

Evakuasi yang dilakukan aparat menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin keselamatan masyarakat di wilayah rawan konflik. Namun, praktik pemalakan dan ancaman keamanan yang masih terjadi menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan agar warga dapat kembali hidup normal tanpa rasa takut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

3 Korban Serangan Brutal OPM di Papua Tengah, 2 Prajurit TNI 1 Karyawan Freeport

57 tahun lalu

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Karyawan Freeport dari Kepungan OPM

57 tahun lalu

Salut! 3 Prajurit TNI Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa usai Operasi Hadapi KKB OPM

57 tahun lalu

Markas OPM di Soanggama Papua Tengah Berhasil Direbut, Kini Dijadikan Pos Taktis TNI

57 tahun lalu

Kontak Tembak, TNI Bebaskan Kampung Soangama dari Cengkeraman OPM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal