Setelah mengintai selama satu jam, kata Kamal, tepat pukul 21.14 WIT tim langsung bersandar di samping kapal dan langsung memeriksa dua kapal tersebut. Hasilnya, ditemukan sejumlah kru kapal sedang mengisi BBM ilegal. Selanjutnya para awak dari kedua kapal beserta dokumen diamankan dan dibawa ke kantor Ditpolair Polda Papua.
Menurut Kamal, keempat pelaku yang diamankan masing-masing, nakhoda Kapal SPOB Kartanegara berinisial LK (41), warga Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara; S (26), warga Kabupaten Baru, Sulawesi Selatan; K (40), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah; dan Nakhoda Kapal Kairos II berinisial AR (28), warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni Kapal SPOB Kartanegara, Kapal Kairos II, satu bundel dokumen KM Kairos II, tiga pompa alkon yang digunakan untuk memompa BBM, tiga gulungan selang 2 inci dengan panjang total 50 meter, 14 ton solar dari KM SPOB Kartanegara, dua ponsel. "Sementara kasus ini telah di tangani oleh Subditgakkum Dit Polair Polda Papua," tandas Kamal.
Dalam kasus ini, menurut Kamal, para pelaku disangkakan melanggar Pasal 53 huruf (d) juncto Pasal 23 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling tinggi Rp30 miliar.