Proses belajar mengajar cukup berbeda seperti biasanya. Meski demikian, hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak yang berada di kampung tersebut.
Pantauan iNews, terlihat raut wajah ceria dan gembira dari anak-anak saat proses belajar mengajar. Anak-anak ini diajarkan untuk mengenal huruf, membaca dan menulis. Tim pengajar juga tampak bernyanyi dan bermain bersama anak-anak tersebut,,
Selain proses belajar mengajar, tim juga memberikan bantuan berupa pensil, buku dan baju kepada puluhan anak-anak tersebut.
Kepala Kampung Waa Banti Johannes Djamang mengapresiasi adanya kegiatan belajar bersama meski pelaksanaannya hanya dua kali dalam seminggu.
"Harapan saya program ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya, Kamis (16/3/2023).
Sementara tokoh masyarakat Waa Banti Jhony Magal meminta agar pemerintah dapat membangun dan mengaktifkan kembali fasilitas sekolah di kampungnya seperti dahulu.
"Saya ingin sekolah ini seperti rumah sakit. Selalu dibuka untuk anak-anak agar fasilitas pendidikan bisa permanen dan dapat memajukan masyarakat Kampung Waa Banti," ucapnya.