Sementara untuk pengamanan, informasi yang diterima empat SSK pasukan gabungan TNI dan Polro masih disiagakan. Mereka berjaga dan berpatroli untuk memastikan tak adanya lagi pengumpulan massa. Selain itu, tokoh masyarakat, adat dan tokoh agama serta Forkompinda terus berkoordinasi untuk meredam situasi.
Informasi yang diterima, 50% napi yang melarikan diri telah kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong. Kebanyakan di antara mereka datang diantar keluarganya.
Kepala Lapas Kelas IIB Sorong Nunus Ananto mengatakan, belum dapat menyimpulkan total keseluruhan napi yang sudah kembali. Namun dari data, ada 289 napi yang melarikan diri saat terjadi kerusuhan.
“Saat ini yang sudah kembali sekitar 50 persen. Kami akan terus berupaya mencari warga binaan yang melarikan diri,” katanya.